• This site uses cookies. By continuing to use this site, you are agreeing to our use of cookies. Learn more.

CERITA PANAS : Awalnya Dewi Menolak, Akhirnya Dia Ketagihan Juga

ianiro

Administrator
Staff member
Jul 19, 2018
2
1
3
#1
Dewi Persik adalah seorang ibu rumah tangga berwajah cantik yang berkulit putih bersih baru berusia 31 tahun. Selama 6 tahun perkawinannya dengan mas Saiful Jamil, wanita ini telah dikaruniai dua anak yang masing-masing berusia 3 tahun dan 5 tahun. Selain kesibukannya sebagai ibu rumah tangga, wanita yang selalu mengenakan jilbab ini juga cukup aktif di partai, demikian juga suaminya. Jilbab lebar serta jubah panjang serta kaus kaki sebagai cirinya ada padanya apabila dia keluar rumah atau bertemu laki-laki yang bukan mahromnya, sehingga mengesankan kealiman Dewi Persik.

Sore ini, ibu muda jilbab alim ini kedatangan tamu seorang laki-laki yang dikenalnya sebagai rekan sekantor suaminya, sehingga terpaksa dia harus mengenakan jilbab serta kaus kaki menutupi kakinya untuk menemuinya, karena kebetulan suaminya sedang rapat di kantor dan baru akan kembali selepas maghrib. Dengan jilbab putih yang lebar serta jubah panjang bemotif bunga kecil berwarna biru serta kaus kaki berwarna krem, Dewi Persik menemui tamu suaminya itu bernama Mulyono. Seorang laki-laki yang kerap bertamu ke rumahnya. Wajahnya tidak tampan namun tubuhnya terlihat tegap dan atletis. Usianya lebih muda dari suaminya ataupun dirinya hingga suaminya ataupun dia sendiri memanggilnya dengan sebutan dik Mulyono.

Cerita sex – Sebetulnya Dewi Persik kurang suka dengan laki-laki yang bernama Mulyono itu, karena matanya yang jalang kalau melihatnya seakan hendak menelannya bulat-bulat sehingga dia lebih suka menghindar jika Mulyono datang bertamu. Namun kali ini, Dewi Persik harus menemuinya karena Mulyono ini adalah rekan suaminya, terpaksa Dewi Persik bersikap ramah kepadanya. Memang tidak mungkin untuk menyuruh Mulyono kembali, ketika suaminya tidak ada di rumah seperti ini karena jauhnya rumah tamu suaminya ini.


Akhirnya Dewi Persik mempersilahkan Mulyono menunggu di ruang tamu sedangkan dia pergi ke dapur membuatkan minum untuk tamunya tersebut. Sore ini, suasana rumah Dewi Persik memang sangat sepi. Selain suaminya yang tidak ada di rumah, kedua anaknya pun sedang ngaji dan baru pulang menjelang maghrib nanti. Di dapur, Dewi Persik tengah menyiapkan minuman dan makanan kecil buat tamu suaminya yang tengah menunggu di ruang tamu. Tangan ibu muda ini tengah mengaduk gelas untuk minuman tamu suaminya ketika tanpa disadarinya, laki-laki tamu suaminya yang semula menunggu di ruang tamu tersebut menyelinap ke dapur menyusul Dewi Persik.

Dewi Persik terpekik kaget, ketika dirasakannya tiba-tiba seorang lelaki memeluknya dari belakang. Wanita berjilbab lebar ini sangat kaget ketika menyadari yang memeluknya adalah Mulyono tamu suaminya yang tengah dibikinkan minuman olehnya. Dewi Persik berupaya meronta namun tiba-tiba sebilah belati telah menempel di pipi wanita yang halus ini. Kemudian lelaki itu langsung mendekatkan mulutnya ke telinga Dewi Persik.

“Maaf, Mbak Dewi Persik. Mbak Dewi Persik begitu cantik dan sangat menggairahkan, aku harap Mbak jangan melawan atau berteriak atau belati ini akan merusak wajah ayu yang cantik ini”. desis Mulyono membuat Dewi Persik tak berkutik.

Kilatan belati yang dibawa Mulyono membuat wajah wanita berjilbab ini pucat pasi. Seumur hidupnya, baru kali ini Dewi Persik melihat pisau belati yang terlihat sangat tajam sehingga membuat wanita ini lemas ketakutan. Tubuh ibu muda berjilbab yang alim ini mengejang ketika dia merasakan kedua tangan Mulyono itu menyusup ke balik jilbab lebarnya meremas-remas lembut kedua payudaranya yang tertutup jubah dan?.. Lantas salah satu tangan Mulyono lalu turun ke arah selangkangannya, meremas-remas kemaluannya dari luar jubah yang dipakainya.

“Jangaan.. dik Mulyono..”desah Dewi Persik dengan gemetaran.


Namun laki-laki ini tak perduli, kedua tangannya kian bernafsu meremas-remas buah dada serta selangkangan wanita alim berusia 31 tahun ini. Dewi Persik menggeliat-geliat menerima remasan laki-laki yang bukan suaminya ini dalam posisi membelakangi laki-laki itu.

“Jangaan.. dik Mulyono…. sebentar lagi anak-anakku pulang..” desah Dewi Persik masih dengan wajah ketakutan dan gelisah.

Mulyono terpengaruh dengan kata-kata Dewi Persik, diliriknya jam dinding yang terdapat pada dapur tersebut dan memang selama sering bertamu di rumah ini Mulyono mengetahui tak lama lagi kedua anak wanita yang tengah diperkosanya itu pulang dari ngaji. Laki-laki ini mengumpat pelan sebelum kemudian, Mulyono berlutut di belakang Dewi Persik. Dewi Persik menggigil dengan tubuh mengejang ketika kemudian wanita kader ini merasakan tangan lelaki tamu suaminya itu merogoh lewat bagian bawah jubahnya, lalu menarik turun sekaligus rok dalam dan celana dalamnya. Lantas tanpa diduganya, Mulyono menyingkap bagian bawah jubah birunya ke atas sampai ke pinggang.


Ibu muda berjilbab lebar ini terpekik dengan wajah yang merah padam ketika menyadari bagian bawah tubuhnya kini telanjang. Sementara Mulyono justru merasa takjub melihat istri rekan sekantornya ini dalam keadaan telanjang bagian bawah tubuhnya begitu menggairahkan. Sungguh, laki-laki ini tidak pernah menyangka kalau sore ini akan melihat tubuh istri Mas Saiful Jamil yang selalu dilihatnya dalam keadaan berpakaian rapat kini ditelanjanginya.

Pertama kali Mulyono melihat Dewi Persik, laki-laki ini memang sudah tergetar dengan kecantikan wajah wanita berkulit putih keturunan ningrat ini walaupun sebenarnya Mulyono juga sudah beristri, tapi apabila dibandingkan dengan Dewi Persik wajah istrinya nggak ada apa-apanya. Namun wanita yang selalu berpakaian rapat tertutup dengan jilbab yang lebar membuatnya segan juga karena Dewi Persik adalah istri temannya.


Tetapi seringkalinya mereka bertemu membuat Mulyono semakin terpikat dengan kecantikan istri mas Saiful Jamil ini, bahkan walaupun Dewi Persik memakai pakaian jubah panjang dan jilbab yang lebar, Mulyono dapat membayangkan kesintalan tubuh wanita ini melalui tonjolan kemontokan buah dadanya dan pantatnya yang bulat indah bahenol. Muka Dewi Persik merah padam ketika diliriknya, mata Mulyono masih melotot melihat tubuh Dewi Persik yang setengah telanjang.

Celana dalam dan rok dalam yang dipakai wanita berjilbab ini kini teronggok di bawah kakinya setelah ditarik turun oleh Mulyono, sehingga wanita alim ini tidak lagi memakai celana dalam. Bentuk pinggul dan pantat wanita alim yang sintal ini sangat jelas terlihat oleh Mulyono. Belahan pantat Dewi Persik yang telanjang terlihat sangat bulat, padat serta putih mulus tak bercacat membuat birahi laki-laki yang telah menggelegak sedari tadi kian menggelegak. Diantara belahan pantat Mufida terlihat kemaluan wanita istri rekannya yang sangat menggiurkan.


“Mbak Dewi Persik.. Kakimu direnggangkan dong. Aku ingin melihat memekmu…” kata Mulyono masih sambil jongkok seraya menahan birahinya karena melihat bagian kehormatan istri rekannya yang cantik ini.

Wanita itu menyerah total, ia merenggangkan kakinya. Dari bawah, lelaki itu menyaksikan pemandangan indah menakjubkan. Di pangkal paha wanita berjilbab ini tumbuh rambut kemaluannya, meski tak lebat namun terlihat rapi. Mulyono kagum melihat kemaluan Dewi Persik yang begitu montok dan indah, beda sekali dengan kemaluan istrinya.


“Jangaan.. diik.. hentikaaan… anak-anakku sebentar lagi pulang” pinta Dewi Persik dengan suara bergetar menahan malu.

Namun Mulyono seolah tak mendengarnya justru tangan lelaki itu menguakkan bongkahan pantat istri Dewi Persik dan lidahnya mulai menyentuh anusnya. Dewi Persik menggeliat, tubuh ibu muda berjilbab ini mengejang ketika ia merasakan lidah lelaki itu menyusuri belahan pantatnya lantas menyusuri celah di pangkal pahanya.

“Oh dik jajajangan?”.

Dengan bernafsu Mulyono menguakkan bibir kemaluan Dewi Persik yang berwarna merah jambu dan lembab. Tubuh wanita ini mengejang lebih hebat lagi saat lidah lelaki itu menyeruak ke liang vaginanya. Tubuhnya bergetar ketika lidah itu menyapu klitorisnya. Semakin lama wanita berjilbab berusia 31 tahun ini tak kuasa menahan erangannya.


“Oh yeah? Aaaagggh!”, ketika bibir lelaki itu mengatup dan menyedot-nyedot klitorisnya.

Dan menit-menit selanjutnya Dewi Persik semakin mengerang berkelojotan oleh kenikmatan birahi ketika Mulyono seakan mengunyah-ngunyah kemaluannya. Seumur hidupnya, Dewi Persik belum pernah diperlakukan seperti ini walaupun oleh mas Saiful Jamil suaminya.

“Hmmm…, memekmu enak?. Mbak Dewi Persik.” kata Mulyono sambil berdiri setelah puas menyantap kemaluan istri rekannya ini, dan tangan kirinya terus mengucek-ngucek kelamin Dewi Persik sambil berbisik ke telinga ibu muda itu?.

“Mbak saya entotin ya, saya mau mbak merasakan hangatnya penisku”

“Aihhhh… eungghhhh…. jangan.. ampun” Dewi Persik mengerang dengan mata mendelik, ketika sesuatu yang besar, panjang dan panas mulai menusuk kemaluannya melalui belakang.


Tubuh wanita berjilbab berdarah ningrat itu mengejang antara rasa marah bercampur nikmat Dewi Persik meronta lemah disertai desahannya. Dengan buas Mulyono menghujamkan batang penisnya.

“Mmmfff.. oh oh. enak juga ngentot sama Mbak?.” tanpa melepas bajunya ibu muda itu, Mulyono menyetubuhi isteri sahabatnya dari arah belakang, Mulyono sambil menggerakkan pinggangnya maju mundur dengan napas terengah-engah menghentakan penis besarnya.

Dewi Persik dapat merasakan penis Mulyono yang kini tengah menusuk-nusuk liang kemaluannya, jauh lebih besar dan panjang dibanding penis suaminya. Tangan kiri lelaki itu membekap pangkal paha Dewi Persik, lalu jari tengahnya mulai menekan klitoris ibu muda berjilbab itu lantas dipilinnya dengan lembut, membuat wanita kader salah satu partai yang alim ini menggigit bibirnya disertai desahan nikmatnya. Dewi Persik tak kuasa menahan sensasi yang menekan dari dasar kesadarannya. Wanita berjilbab lebar ini mulai mendesah nikmat, apalagi tangan kanan lelaki itu kini menyusup ke balik jubahnya, lalu memilin-milin puting susunya yang peka…

“Ayo Mbak Dewi Persik…. ahhhh… jangan bohongi dirimu sendiri… nikmati… ahh…. nikmati saja….” Mulyono terus memaju mundurkan penisnya yang terjepit vagina ibu muda yang alim ini.


Dewi Persik menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba melawan terpaan kenikmatan di tengah tekanan rasa malu. Tapi ia tak mampu. Dewi Persik mendesah nikmat dan tanpa sadar ia meracau…

“Oh besar sekali punyamu dik Mulyono, sakiiiit… Oooh ampuuun yeah ampuuun dik”.

Mulyono dengan gencar mengocok penisnya didalam vagina yang mulai basah sambil berbisik pada ibu muda itu.

“Mana yang enak kontolku dengan punya mas Saiful Jamil mbak?”, Dewi Persik mulai meracau kembali seraya mengerang.

“Oooooh enak punyamu dik, besar dan panjang aduh dik ngilu oh mmmf Aaaagghh..” dan akhirnya wanita cantik ini menjerit kecil saat ia meraih puncak kenikmatan, sesuatu yang baru pertama kali ditemuinya walaupun 6 tahun dia telah menjalani pernikahan dengan mas Saiful Jamil belum pernah Dewi Persik mendapatkan orgasme sedahsyat ini.


Tubuh Dewi Persik langsung lunglai, tapi lelaki di belakangnya selangkah lagi akan sampai ke puncak. Mulyono masih terus mengaduk vaginanya dengan kecepatan penuh. Lalu, dengan geraman panjang Mulyono menusukkan penisnya sejauh mungkin ke dalam kemaluan ibu muda berjilbab ini. Kedua tangannya mencengkeram payudara Dewi Persik yang padat dan montok dengan kuat diremasnya. Dewi Persik yang masih dibuai gelombang kenikmatan, kembali merasakan sensasi aneh saat bagian dalam vaginanya disembur cairan hangat mani dari penis Mulyono yang terasa banyak membanjiri liangnya. Dewi Persik kembali merintih mirip suara anak kucing, saat dengan perlahan Mulyono menarik keluar penisnya yang lunglai.

Begitu gelombang kenikmatan berlalu, kesadaran kembali memenuhi ruang pikiran wanita ini. Dewi Persik tersadar dan terisak dengan tangan bertumpu pada meja dapur.


“Sudah, Mbak Dewi Persik nggak usah nangis! Toh mbak Dewi Persik ikut menikmati juga, jangan ceritakan pada siapa-siapa kalau tidak mau nama baik suamimu tercemar dengan perselingkuhan kita!!” kata-kata Mulyono dengan nada tekanan keras sambil membenahi celananya.

Dewi Persik diam saja, harga dirinya sebagai seorang istri dan wanita hancur. Wanita itu baru merapikan pakaiannya yang awut-awutan ketika, dilihatnya Mulyono telah pergi dari dapur dan beberapa saat kemudian tanpa berpamitan, terdengar suara mobil Mulyono berlalu meninggalkan halaman rumahnya. Mufida terisak menyesali nasib yang menimpanya,


Namun dia juga merasa malu betapa dia ikut menikmati juga ketika tamu suaminya itu menyetubuhinya sambil berdiri dari arah belakang tubuhnya dengan posisi menungging, Dewi Persik belum pernah melakukan hubungan intim bersama suaminya dengan posisi demikian itu, namun segera air mata yang menghiasi wajahnya buru-buru dihapusnya saat didengar suara kedua anaknya pulang.


Dan sejak peristiwa perkosaan itu, ketika ia melakukan hubungan kelamin dengan suaminya Dewi Persik sudah tak bisa merasakan nikmat lagi saat ia melayani suaminya. Dewi Persik merasakan penis suaminya tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan punya Mulyono yang besar panjang, dan bayangan saat ia diperkosa oleh Mulyono membuat dirinya menuntut sesuatu yang dapat memberikan gelombang kenikmatan. Ia ingin suaminya bisa seperkasa Mulyono yang bisa melambungkan sukmanya saat mencapai puncak kenikmatan. Rasa menyesal saat diperkosa dan gejolak syahwat berkecamuk dalam batinnya membuat ibu muda itu merindukan kejantanan milik lelaki seperti Mulyono, namun semuanya ia pendam sendiri seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa bila berada didepan suaminya.

Dua minggu setelah peristiwa itu Dewi Persik menerima telepon dari Mulyono saat suaminya keluar kota.

“Halo mbak! Mas Saiful Jamil pergi ke Semarang ya? Saya mau bertamu ke rumah bolehkan?”

“Brengsek kamu dik Mulyono!” jawab Dewi Persik.


“Lho koq mbak marah. Mbak menikmati juga kejantananku saat itu.”

Lalu Dewi Persik memutuskan hubungan telepon, dengan tubuh gemetar dan perasaan tak menentu ia masuk ke dalam kamar, ia khawatir Mulyono pasti akan datang bertamu siang ini disaat anak-anaknya berada disekolah dan suaminya tak ada dirumah. Hatinya berkecamuk antara menerima kunjungan Mulyono atau tidak, namun gejolak nafsunya menuntut sesuatu yang tak pernah didapatkan dari suaminya. Tiba-tiba ketukkan pintu terdengar olehnya dan dengan gugup ia keluar dari kamar, langkahnya sedikit gemetar saat menuju pintu rumah.


Ketika ia membuka pintu tampak seringai Mulyono dengan sorot mata penuh nafsu saat menatap dirinya. Tanpa basa basi lagi Mulyono langsung mengunci pintu rumahnya, dan Mulyono telah mempunyai rencana agar isteri sahabatnya yang cantik ini akan selalu ketagihan dengan batang kejantanannya, dan Mulyono akan menunjukkan bagaimana memberikan kepuasan dalam permainan seks pada isteri sahabatnya. Saat Mulyono mendekati tubuh wanita cantik ini kian gemetar dan dengan buasnya Mulyono menciumi leher jenjang isteri sahabatnya, tubuh ibu muda itu mengejang ketika dengan sedikit kasar Mulyono meremas-remas pantatnya dan kekasaran itu membuat gejolak nafsu Dewi Persik menggelegak hingga lupa akan segala-galanya.


Matanya terbelalak saat dengan cepatnya Mulyono sudah dalam keadaan telanjang dihadapannya, penisnya yang besar panjang mulai membesar. Dan dengan kasar Mulyono melucuti pakaian Dewi Persik hingga keduanya sama-sama telanjang yang tinggal hanya jilbabnya yang belum terlepas, karena Mulyono akan lebih bergairah jika isteri sahabatnya saat digarap masih memakai jilbab. Kemudian Mulyono mendudukkan ibu muda itu di sofa, lalu disorongkan penisnya ke wajah Dewi Persik dan digesekan ke hidung perempuan itu.


“Ayo mbak cium dan jilati ini penis yang pernah memberikan kenikmatan ayo ayo!.”

Saat itu Dewi Persik serasa akan muntah karena ia belum pernah mencium penis Mulyono sedang penis suaminya belum pernah Dewi Persik menjilatinya, dan ini penis orang lain. Namun kali ini ia dengan terpaksa melakukan itu.



“Pegang ya mbak, dan gesek-gesek dipipi, nah begitu cium mbak terus-terus cium.”

Aroma batang penis itu mulai merangsang Dewi Persik dan tanpa sadar ia mulai menjilati penis Mulyono dengan nafsu yang menggelegak dan ia merasakan sensasi baru memacu gairahnya, ia mulai merasakan penis itu kian membesar dalam mulutnya hingga mulutnya tak sanggup lagi untuk mengulum batang penis lelaki itu. Dewi Persik sudah bukan Dewi Persik yang dulu lagi sejak ia mengenal batang penis lelaki yang besar panjang.

“Mmmmfff… mmmf”

“Oh oh yeah enak juga ngentot mulut mbak, ternyata mbak suka isep kontol ya?”, dan kata-kata kotor Mulyono ditelinganya serasa indah terdengar dan nafsu Dewi Persik kian membuncah keubun-ubun.

“Dik Mulyono puaskanlah mbak.. bawalah mbak masuk ke kamar oh dik cepatan.. setubuhi mbak seperti tempo hari.

“Aaaagggh.. Ouuuh”

Lalu Mulyono membopong tubuh molek isteri sahabatnya naik ke ranjang, dan dengan buas Mulyono menindihnya, dan ibu muda itu berkelojotan saat mulut Mulyono mengulum putting susu yang masih segar dan jari-jari Mulyono merogoh liang vaginanya. Dewi Persik kian mengejang?.

“?Ooooh mmmf ampun Dik Mulyono jangan… jangaaan mempermainkan mbak oh yeah mmf… Ayo dik Mulyono berilah mbak nikmat kejantananmu aampun…”

“He… heee sabar dong mbak, aku juga suka dengan memek mbak yang sempit ini, aku suka jilatin memekmu, mana yang enak punyaku dengan punya mas Saiful Jamil mbak” ? Enak punyamu dik.”


“Mana yang besar dan panjang punyaku sama punya mas Saiful Jamil”

“Oh dik tolong dik cepat. Bbbbbesar pppppunya muuu.”

Lalu dengan gemasnya Mulyono menggigit kecil payudara indah milik Dewi Persik seraya batang penis besar itu menerobos masuk keliangnya yang sempit, walau ia sudah melahirkan anak dua namun serasa sempit buat ukuran penis besar Mulyono. Mata ibu muda itu terbeliak keatas saat penis besar itu kandas didasar rahimnya dan kenikmatan seperti itu belum pernah ia dapatkan dari suaminya dan sekarang ia dapat merasakan dari penis orang lain selain suaminya, tubuhnya menggeletar hebat ketika dengan irama lambat dan terkadang cepat ayunan batang penis Mulyono keluar masuk vaginanya. Kenikmatan demi kenikmatan serasa sampai ke ubun-ubunnya.

“Ooh oh yeh enak eeeeeenak kontol besarmu dik Mulyonoiiiiii oh ampun.”

Ia meracau tanpa sadar saking kenikmatan itu mendera dirinya. Dewi Persik bagaikan kuda betina liar saat dipacu oleh lelaki sahabat suaminya, ia melenguh seperti sapi disembelih karena nikmatnya, ia menangis dan menyesal karena selama ini ia telah tertipu oleh suaminya bahwa kenikmatan itu bisa ia dapatkan asalkan mas Saiful Jamil tahu bagaimana caranya memberikan kepuasan kepadanya, dan ternyata suaminya adalah suami yang tidak mempunyai pengetahuan tentang urusan seks, itu yang membuat ia menangis, serta menyesal, terhina dan marah pada diri sendiri. Maka bagaikan banteng betina yang terluka ia pacu nafsu berahinya yang terpendam selama ini.


“Ayo dik nikmatilah tubuhku, setubuhilah aku sesukamu.”

“Baik mbak yang cantik, kekasih binalku sekarang waktunya nikmatilah rasa kontol besar ini”

“Mmmmmf yeah, oh memek mbak legit rasanya.”

Dan Tubuh Dewi Persik melengkung saat ia mencapai puncak nirwana.

“Ooooh enak tolooooong ampuuuuuun,” biji mata Dewi Persik mendelik ia berkelonjotan saat semburan lahar panas Mulyono dengan derasnya menyemprot dasar rahimnya, dan batang penis besar itu berkedut-kedut di dinding vaginanya.

Selama 6 tahun perkawinannya dengan mas Saiful Jamil baru ini ia merasakan begitu nikmatnya semburan air mani lelaki hingga tubuhnya bergetar bagai kena aliran listrik ribuan watt dan sukmanya serasa terbang melambung ke awang-awang.


Hingga kini hubungan mereka telah berjalan 1 tahun tanpa diketahui oleh suaminya, karena mereka pintar memanfaatkan waktu serta merahasiakannya, kadang bila ada kesempatan mereka melakukan di hotel dan yang lebih berani lagi saat suaminya ada dirumah. Mulyono pura-pura berkunjung untuk bermain catur dengan suaminya, saat itu juga isterinya menyediakan minuman kopi buat suaminya dengan dibubuhi obat tidur yang sengaja dibawa Mulyono, sehingga sewaktu suaminya bermain catur dengan Mulyono, Saiful Jamil tidak tahan lama karena mengantuk berat lalu masuk kedalam kamar. Dewi Persik berpura-pura ikut tidur juga disamping suaminya agar suaminya tidak curiga dan ia katakan bahwa Mulyono ingin menginap dirumahnya dan tidur di sofa ruang tamu.


Pada saat suaminya telah tertidur pulas bagaikan orang mati, Dewi Persik disetubuhi oleh Mulyono disamping suaminya, Dewi Persik berpacu dalam birahi hingga ia meringkik nikmat dengan tubuh berkelojotan disamping tubuh suami yang tertidur pulas, bahkan perbuatan yang demikian itu membuat sensasi aneh tersendiri bagi mereka berdua. Persetubuhan itu mereka lakukan hingga menjelang subuh.


Ada sesuatu yang lebih membuat Dewi Persik amat terangsang nafsunya bila saat Mulyono sekali-kali datang berkunjung kerumahnya, dengan berpura minta diajarkan computer sama Mulyono sementara suaminya duduk diruang keluarga sambil menikmati secangkir kopi, hanya dengan jarak beberapa meter, disitu ibu muda itu sedang belajar computer bersama Mulyono, Dewi Persik merasa sangat terangsang hebat saat dengan sengaja Mulyono menggesek-gesekan batang penisnya yang menegang dari balik celana training ke lengan Dewi Persik yang sedang mengetik didepan monitor. Gesekan itu membuat sensasi aneh dalam dirinya ketika merasakan batang penis Mulyono serasa mengeras dan tegang dipangkal lengannya, dan terkadang pula ia rasakan batang penis besar itu berdenyut-denyut dipinggangnya saat dengan sengaja Mulyono pindah membelakangi tubuhnya.


Suaminya tidak merasa curiga sedikitpun karena Saiful Jamil tahu bahwa isterinya sedang diberi pelajaran tentang mengakses computer, ia tidak menyadari bahwa isterinya sedang dirangsang oleh Mulyono habis-habisan. Tubuh Dewi Persik mulai menggeletar penuh nafsu dengan aksi yang dilakukan Mulyono padanya. Karena sudah tak tahan lagi Dewi Persik pergi keruang dapur membuat minuman dan Mulyono pergi menuju toilet namun sesungguhnya Mulyono ikut pula menyusul isteri sahabatnya kearah dapur, dari balik lemari makan yang besar itu mereka melakukan persetubuhan dengan berdiri dengan amat tergesa-gesa saat sang suami wanita itu sedang menikmati secangkir kopi sambil membaca koran. Saiful Jamil tidak menyadari bahwa isterinya sedang disetubuhi habis-habisan oleh Mulyono dengan posisi berdiri.

“Ooooh Mulyono mmmmfff… ampun dik Hen”, dengan buas Mulyono mengayunkan pantat maju mundur menusukkan penis besarnya kedalam vagina ibu muda itu, sukma wanita cantik itu serasa terbang ke langit tinggi saat ia disetubuhi dengan cara demikian itu oleh Mulyono sahabat suaminya, Dewi Persik belum pernah merasakan disetubuhi dengan cara berdiri dan tergesa-gesa, dan ini yang membuat suatu kenikmatan tersendiri buat Dewi Persik saat ia digarap oleh Mulyono sementara sang suami berada tak jauh darinya.


“Oooooh Mulyono mbak keluaaar oh ampun dik, cepat dik Mulyono nanti ketahuan suamiku,” namun Mulyono tidak menghiraukannya, dengan perkasanya Mulyono memacu kuda betinanya yang cantik ini sampai berkelojotan dengan biji mata mendelik keatas menikmati kocokan batang penis besar itu dalam vaginanya yang sempit.

“Oooooh yeah memek mbak sempit legit, enaak rasanya, aku akan lebih bergairah lagi bila aku dapat ngentot mbak bila disaksikan mas Saiful Jamil.”

Mulyono semakin terbuai sensasi saat ia dengan buasnya menyetubuhi isteri sahabatnya padahal Saiful Jamil tak begitu jauh jaraknya dari tempat mereka bersetubuh. Dan dengan menggeram nikmat Mulyono menyemprotkan air maninya ke dalam vagina ibu muda itu, Dewi Persik mengejang dan mengerang bagaikan kucing betina yang mengeong lirih saat semburan lahar panas Mulyono menerpa dasar rahimnya, tubuhnya bergetar dengan hebat dengan nafas serasa akan putus ketika batang kejantanan Mulyono yang besar panjang berkedut-kedut diliang memeknya.


“Ooooohhh mmmmffff… enaaaaaaaaaaak, ampuuuuuun dik, kontolmu enak dan besar.”

Dan persetubuhan itu berakhir dengan sama-sama mencapai puncak nirwana yang diraih dengan cara tergesa-gesa penuh rasa sensasi. Dan akhirnya mereka berdua kembali keruang keluarga tanpa menimbulkan kecurigaan mas Saiful Jamil. Sebelum keluar dari dapur Mulyono sempat berbisik ke telinga ibu muda itu.

“Lain waktu aku akan ngentotin mbak lagi ya,” seraya tangan Mulyono meremas-remas susu mengkal wanita cantik berdarah ningrat itu.

Ketika Saiful Jamil ditugaskan oleh atasannya untuk mengelola perkebunan di Sumatera, Dewi Persik terpaksa ikut dengan suaminya dan anak-anak mereka dititipkan pada neneknya di Jogyakarta karena kedua anaknya harus tetap bersekolah. Dan ditempat pindah mereka yang baru itu adalah sebuah pulau kecil dimana penduduknya masih terbelakang pola pikirnya. Ditempat tugas barunya Saiful Jamil mendapatkan sebuah rumah perkebunan yang lengkap dengan segala fasilitasnya. Dewi Persik merasa sangat senang menempati rumah itu, dengan suasana alam pedesaan, disini Dewi Persik bisa menghindar dari Mulyono. Setelah tiga bulan berada di pulau terpencil itu, kehidupan rumah tangga Dewi Persik masih berjalan seperti biasanya hingga suatu hari Mas Saiful Jamil menawarkan pada Dewi Persik seorang tukang kebun untuk merawat pekarangan rumah dinas yang ditempatinya dan sekalian sebagai penjaga rumah.


Pak Togar adalah seorang lelaki yang berusia 65 tahun namun tubuhnya masih nampak kekar dan berkulit hitam dengan rambutnya yang telah memutih. Pak Togar adalah seorang lelaki pekerja keras ia hanya memiliki sebidang tanah yang selalu digarapnya sendiri dan ditanami sayur mayur untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Isteri pak Togar telah tujuh tahun meninggal dunia kini ia hidup sendiri tanpa mempunyai anak.


Ketika ia ditawari Saiful Jamil untuk bekerja dirumah dinas perkebunan, pak Togar dengan sangat senang hati menerimanya, apalagi pak Togar diberi sebuah kamar dibelakang rumah dinas itu. Wajah lelaki tua itu nampak sangar mengerikan dalam pandangan Dewi Persik ketika pertama kali diperkenalkan oleh suaminya, namun lama kelamaan Dewi Persik sudah terbiasa berhadapan dengan pak Togar yang berwajah jelek dan menyeramkan itu, apalagi pak Togar orangnya sangat rajin membersihkan pekarangan rumah dan terkadang sering membantu Dewi Persik menanam bunga hingga rasa ketakutan Dewi Persik pada pak Togar hilang dengan sendirinya karena sering bertemu setiap waktu.


Dewi Persik tak menyadari ketika seringnya mata pak Togar melirik buah dadanya saat ia berjongkok menggemburkan tanah tanaman bunga, buah dada Dewi Persik sangat menggiurkan bergelayut indah hingga membuat pak Togar bergairah dan ingin meremas buah dada Dewi Persik yang mengkal itu. Namun pak Togar tidak berani berbuat macam-macam pada isteri pak Saiful Jamil yang telah berbaik hati memberinya pekerjaan meskipun sebagai tukang kebun. Dewi Persik yang telah lama tidak merasakan hangatnya batang penis lelaki jantan seperti punya Mulyono kini Dewi Persik sangat merindukan kehangatan itu.


Suaminya mas Saiful Jamil tak mampu bercinta dan cepat berejakulasi hingga membuat Dewi Persik frustrasi dan kecewa selalu. Disuatu senja Dewi Persik melihat pak Togar seketika Dewi Persik langsung terkesima saat melihat pak Togar kencing dibalik pohon nangka sedang memegang penisnya yang tergantung panjang dan besar seperti pisang tanduk. Dewi Persik mengintip dari balik kaca hitam jendela rumahnya, dengan tubuh menggeletar Dewi Persik memandang batang kejantanan pak Togar yang berwajah sangar itu namun alat kelaminnya sungguh membuat Dewi Persik jadi menggelegak nafsu birahinya.


Dewi Persik tidak ingat lagi status sosialnya yang berdarah ningrat dan sebagai seorang isteri sah mas Saiful Jamil, saat itu yang terbayang dalam pikirannya betapa nikmatnya penis besar panjang itu bila mengaduk-aduk dalam vaginanya. Pengalaman Dewi Persik saat disetubuhi oleh lelaki yang punya penis besar telah membangkitkan libidonya yang tertidur. Setelah selesai kencing, pak Togar mengeringkan sisa air seninya dengan cara menggoyang-goyangkan penisnya.

Meskipun penis itu dalam keadaan lemas namun begitu panjang dan besar sekali. Dewi Persik lalu membayangkan bagaimana bila penis itu dalam keadaan ereksi. Pak Togar memang dengan sengaja melakukan itu karena bagaimana pun juga pak Togar telah mengetahui bahwa ibu muda itu sedang terbelalak matanya melihat penisnya dari balik jendela berkaca hitam, pak Togar sudah tahu kebiasaan Dewi Persik yang sering duduk menghadap jendela setiap sore hari sambil menghirup secangkir teh manis hangat.


Maka dengan disengajanya lagi pak Togar mengelus-ngelus batang kejantanannya yang berurat hingga ereksi seperti tongkat hitam, hanya itu yang bisa dilakukan oleh pak Togar untuk memancing gairah ibu muda yang cantik isterinya pak Saiful Jamil, adapun untuk berbuat selanjutnya pak Togar tidak berani macam-macam.

Mata Dewi Persik terbelalak lebar ketika melihat penis pak Togar kian menegang dan besar dari balik jendela. Pak Togar terus mengocok-ngocok penisnya disamping pohon nangka, dan terlihat wajah pak Togar meringis nikmat sambil mengkhayalkan sedang menyetubuhi Dewi Persik, semakin lama semakin cepat kocokan pada penisnya, dan pak Togar mengerang nikmat saat batang hitamnya menyemburkan lahar panas dan air mani pak Togar seakan menyemprot ke jendela tempat dimana Dewi Persik terpaku menyaksikan pak Togar beronani, karena jarak pohon nangka tempat pak Togar beronani hanya berjarak dua meter dari jendela tempat Dewi Persik menyaksikan aksi gilanya pak Togar.


Tubuh Dewi Persikpun ikut menggeletar saat melihat semprotan air mani pak Togar begitu jauh jangkauannya seakan-akan menyembur ke wajahnya. Tuntas sudah hasratnya pak Togar mempertontonkan onaninya, dan pak Togar berpura-pura tidak tahu kalau ibu muda itu menyaksikan betapa dahsyatnya semburan air mani yang keluar dari penis beruratnya, lalu pak Togar berjalan masuk ke dalam rumah dinas itu menuju kamar mandi.

Ketika saatnya makan malam tiba mas Saiful Jamil mengajak pak Togar untuk makan bersama, hidangan malam yang disediakan oleh Dewi Persik disantap habis oleh pak Togar, dalam pikiran Dewi Persik bila seseorang dengan lahap menyantap makanannya hingga tuntas, lelaki tersebut pasti sangat lahap juga dalam bersetubuh. Malam itu Pak Togar seperti tidak pernah ada kejadian apa-apa dihadapan ibu muda itu, walaupun pak Togar tahu bahwa Dewi Persik selalu memperhatikan gerak geriknya disaat mereka bertiga makan bersama.


Walaupun pak Togar hanya bercelana komprang hitam namun Dewi Persik sangat tahu dibalik celana lebarnya tersembunyi batang penis panjang berurat yang tergantung sebesar pisang tanduk. Malam itu Dewi Persik gelisah saat berada ditempat tidur, disampingnya sang suami sudah tertidur pulas, Dewi Persik kemudian beranjak bangun keruang dapur untuk menghilangkan hausnya dan setibanya Dewi Persik didapur ia dikejutkan oleh suara pak Togar yang menyapa ramah.

“Belum tidur ya.. bu!,”

“Oh ya pak Togar, saya haus nih dan mau minum, saya susah tidur malam ini pak Togar, gak tau tuh kenapa malam ini saya sulit sekali tidur,”

“Oh mungkin ibu banyak pikiran barang kali”, kata pak Togar, “Atau ibu masuk angin dan gak enak badan jadi susah tidurnya.”

Lalu Dewi Persik ikut duduk disebuah bangku plastic yang tanpa sandaran, yang kemudian Dewi Persik terus menanggapi ucapannya pak Togar sambil bercerita ngalor ngidul.


“Ya pak mungkin saya masuk angin nih” dan tanpa disuruh oleh Dewi Persik pak Togar telah berdiri dibelakang Dewi Persik seraya berbisik ditelinga ibu muda itu.

“Ibu saya pijati ya biar hilang masuk anginnya” sambil tangan pak Togar mulai memijati dengan lembut pundak Dewi Persik.

Dewi Persik lalu menganggukkan kepalanya tanda setuju untuk dipijati oleh pak Togar. Tangan kekar pak Togar serasa hangat dan geli dirasakan oleh Dewi Persik ketika menyentuh kulit halusnya, pijatan pak Togar merambat naik ke leher jenjangnya dan dengan lembut pak Togar memijat dengan jari-jarinya yang kasar pada tengkuk Dewi Persik, pijatan pak Togar serasa nikmat dirasakan oleh Dewi Persik dan pada saat yang bersamaan sesuatu yang mengeras dan hangat menyentuh kulit punggung Dewi Persik dari balik baju tidurnya, pak Togar tak hanya memijat pundak dan lehernya Dewi Persik akan tetapi juga pak Togar menggesek-gesekan batang penisnya yang mulai menegang dari balik celana komprangnya pada punggung Dewi Persik.


Perempuan itu mulai dijalari sensasi birahi dan tubuhnya menggeletar seketika saat tangan kekar pak Togar turun menelusuri memijat kedua lengannya, entah disengaja atau tidak jari kasar pak Togar menyenggol kedua payudaranya yang ranum itu, dan dengan batang kejantanan pak Togar yang kian menegang yang semakin menekan punggungnya serasa mengalirkan arus hangat penuh rangsangan.

Dewi Persik semakin mendesah ketika dengan tiba-tiba pak Togar menciumi leher jenjangnya sambil berbisik ditelinga Dewi Persik.

“Ibu ingin merasakan hangatnya kejantananku? Ayo bu, bilang aja jangan malu-malu, saya tau ibu sangat menginginkannya malam ini dan saya tahu pak Saiful Jamil tidak pernah memuaskan hasrat ibu”,


“Agggh…”

Dewi Persik bagai terhipnotis dengan ucapan lelaki tua itu, dan tubuh mulus isteri pak Saiful Jamil sudah dalam keadaan telanjang ketika pak Togar membopongnya masuk kedalam kamar yang sempit pak Togar, Dewi Persik sudah sangat pasrah dalam cengkraman pak Togar sebab didera nafsu birahi tinggi, meski pak Togar telah berusia lanjut namun cara ia membuai kepekaan gairah kewanitaannya bisa diacungkan jempol hingga membuat Dewi Persik terbuai memasuki pusaran badai nafsu lelaki tua itu.


Sekujur tubuh Dewi Persik habis dijilati dengan lidah kasar pak Togar, dan buah dadanya tak luput dari sasaran mulut pak Togar kemudian lelaki tua itu menghisap rakus putting susunya yang kian menegang, Dewi Persik mengerang bagai anak kucing ketika vaginanya dijilati oleh pak Togar dan klitorisnya diemut emut gemas oleh lelaki tua itu, tubuh sintal Dewi Persik yang berdarah ningrat kian mengejang, tubuhnya melengkung keatas didera nikmat saat pak Togar menggigit lembut klitorisnya.

“Aaaagggh Oooh ampuuuun pak Togar”, Dewi Persik berkelojotan ketika jilatan serta gigitan gemas pak Togar pada vaginanya membuat Dewi Persik orgasme seketika, malam itu erangan nikmat Dewi Persik memenuhi ruang kamar yang sempit sesempit vaginanya yang diobok-obok pak Togar.

Ibu muda yang cantik beranak dua itu tak menghiraukan lagi keadaan sekitarnya, tak peduli bahwa suaminya sedang berada dirumah, kenikmatan itu telah membuat Dewi Persik jadi meracau tak karuan.


“Ooooooh pak Togar setubuhilah aku sesukamu, cepat pak. Kapan saja kalau bapak mau saya selalu bersedia disetubuhi.”

Pak Togar yang si tukang kebun telah membuat nyonya majikannya mengerang manja minta disetubuhi dengan permainan awalnya, sudah lama pak Togar merindukan untuk dapat menyetubuhi perempuan cantik berdarah ningrat ini, namun baru malam itu pak Togar dapat menyentuh kulit halus isteri pak Saiful Jamil. Ketika mencapai puncak birahinya tiada lagi nampak watak darah birunya, yang ada hanya darah merah yang memacu jantungnya untuk mencapai klimaks nafsu birahi.

Pak Togar merenggangkan kaki indah Dewi Persik sambil dijilati telapak kakinya, tubuh Dewi Persik kian bergetar ketika jilatan lidah kasar pak Togar pada telapak kakinya bagaikan arus aliran listrik yang menggelitik kepekaan simpul syarafnya, memek Dewi Persik nampak merah merekah dengan cairan bening yang telah meleleh keluar dari vagina saat otgasme, dan pemandangan lembah kenikmatan yang berumput subur itu membuat gairah nafsu pak Togar menggelegak, penis beruratnya kian menegang dan Dewi Persik memejamkan matanya ketika batang hitam besar itu mulai menyentuh bibir vaginanya, Dewi Persik mengerang ketika pak Togar mulai memasuki penisnya dengan perlahan.


“Oooooh pak besarnya, sakiiiiiit pak. Pelan-pelan pak. Agggh… Ampuuun”

“Sakitnya cuma sebentar koq bu, ibu saya entot ya? Ibu ikhlaskan kalau ibu saya setubuhi? Ibu bisa membedakan rasanya jika dientot sama saya, ibu suka dengan kontol besar ini?”, dan kata-kata kotor pak Togar kian membuat nafsu birahi Dewi Persik memuncak, kata-kata itu seakan menghipnotis jiwanya yang akhirnya batang besar panjang pak Togar semakin masuk kedalam liang vagina Dewi Persik yang sempit itu.

Blesssss…


Pak Togar mendiamkan penisnya sesaat agar Dewi Persik dapat meresapi nikmatnya kedutan penis besarnya dan beradaptasi. Tubuh Dewi Persik menggeletar ketika menerima hangatnya kejantanan pak Togar, liang vaginanya serasa sesak seakan hendak pecah, dan rasa kenikmatan mulai menderanya ketika pak Togar dengan perlahan menarik penis itu hingga yang tersisa kepala penis yang masih menempel dibibir vagina, lalu dengan menghentak deras disorongkan masuk kembali kedalam memek Dewi Persik dan itu dilakukan pak Togar berulang-ulang kali hingga membuat biji mata Dewi Persik terbeliak keatas, seperti anjing yang sedang kawin Dewi Persik melolong histeris.

“Oooooh ampunnnn pak, enaaaak, setubuhi saya paaaak terus pak” ibu muda yang berjilbab bila berada diluar rumah kini mengerang nikmat saat vaginanya ditusuk dengan penis hitam besar.

Lelaki tua yang bernama Togar itu telah membuat sukma Dewi Persik serasa terbang ke awang-awang dan tubuh keduanya telah bersimbah keringat birahi, dengan gagah perkasa pak Togar memacu kuda betinanya yang cantik dalam dekapan dan hentakan batang kejantanannya.


“Bagaimana Bu?. Enak ya rasa kontol besar panjang? He… heee… Ayo bu goyangin pantatnya dong. Rupanya ibu suka dientot sama penis besar ya?”. Dan kata-kata kotor pak Togar membuat Dewi Persik semakin terangsang, kata kotor yang penuh sensasi itu dibisikan pak Togar pada telinganya berulang-ulang sambil tetap mengayunkan pantatnya naik turun, gerakan hentakan penis pak Togar mulai tak teratur lagi karena ikut didera nafsu birahi saat menyetubuhi wanita bertubuh sintal itu.

Dewi Persik pun dapat membedakan rasa kenikmatan yang didapat dari pak Togar dengan sewaktu Dewi Persik disetubuhi oleh suaminya belum pernah ia merasakan desakan nafsu begitu sangat memuncaknya sampai ke ubun-ubun, permainan seks pak Togar telah membuat Dewi Persik orgasme berkali-kali.

“Ouuugh bu. Memek ibu sungguh legit. Enak rasanya. Ssssaya mauuu keluar juga bu. Di dalam apa diluar nih?”

“Oooooh pak. Aaaampuuuun enaaaaknya di dalam saja, semburkan cepaaaat di dalam pejuhnya paaaaak, Aaaaghhh ampuuuun”.

“Ibu mau kalau saya hamili?”.


“Aaaaghhhh… Ya yaaa pak hamili saja saya pak Togar”. Akal pikiran Dewi Persik telah buntu karena didera oleh kenikmatan dari semburan lahar panas lelaki itu, hingga tanpa sadar Dewi Persik meracau tak karuan.

Air mani pak Togar yang menyembur sangat deras itu menyentuh dasar rahimnya sehingga membuat Dewi Persik berkelojotan dengan tubuh melengkung naik keatas mengangkat tubuh pak Togar yang menindihnya. Penis berurat pak Togar semakin dalam menusuk vagina Dewi Persik sampai mentok didasarnya. Pak Togar mengaum bagaikan harimau luka, penisnya serasa disedot oleh cengkraman denyut memek Dewi Persik yang menggigit lembut.

“Ooooh memek ibu enaaaaak teunaaaan”.



Dan tubuh keduanya melekat jadi satu dengan deru nafas saling memburu keduanya mencapai puncak birahi. Dewi Persik tak menyangka walau tinggal di pulau terpencil ini ia bisa menikmati kembali sempurnanya permainan seks meski dengan lelaki tua namun sangat perkasa diranjang. Dan penampilan Dewi Persik sehari-hari tetap seperti biasanya, dengan baju panjang dan berjilbab namun Dewi Persik sudah bukan Dewi Persik yang seperti dulu lagi. Wanita berdarah ningrat yang alim itu namun dibelakang suaminya Dewi Persik adalah sosok perempuan yang haus akan batang kejantanan lelaki perkasa.
Akibat Dewi Persik telah diperkosa oleh sahabat suaminya membuat Dewi Persik merindukan selalu batang kejantanan lelaki perkasa untuk dapat memuaskan dahaganya, Dewi Persik kini mengalami kelainan seks dan ia akan merasa puas bila disetubuhi oleh lelaki yang berpenis besar serta panjang. Dan untuk memenuhi hasratnya Dewi Persik telah mendapatkan dari tukang kebunnya, dan peluang itu juga tidak disia-siakan oleh pak Togar untuk mencicipi tubuh seksi perempuan yang berdarah ningrat untuk disetubuhi.


Bila mas Saiful Jamil pergi kota untuk beberapa hari, kesempatan untuk menyetubuhi Dewi Persik semakin leluasa dilakukan, dan terkadang Dewi Persik merengek-rengek minta disetubuhi oleh pak Togar meski sang suami masih berada dirumah, Dewi Persik sering menyelinap masuk kedalam kamarnya pak Togar dalam keadaan telanjang, dikamar sempit itu makhluk yang berlainan jenis itu memacu birahi liar dan buah dada Dewi Persik yang montok indah akan selalu menjadi sasaran mulut pak Togar untuk menyusu pada ibu muda itu. Erangan nikmat Dewi Persik serta goyangan erotisnya ketika disetubuhi pak Togar menjadi obat perangsang birahi buat lelaki tua itu untuk selalu menghempaskan Dewi Persik kepusaran badai kenikmatannya.


Jadilah Dewi Persik budak nafsunya pak Togar dan pak Togar selalu membuat tuntas nafsu birahi Dewi Persik hingga Dewi Persik dibuat mengerang… mengejang…

Ketika dengan liar Dewi Persik bergoyang erotis diatas tubuh kekar pak Togar, sambil meremas-remas payudara Dewi Persik, mata pak Togar merem melek menikmati goyangan pinggul Dewi Persik dengan vaginanya yang penuh disesaki oleh penis beruratnya. Dewi Persik bagaikan penari jalang saat menghentakan pinggulnya naik turun dengan kedua tangannya bertumpu di dada bidang pak Togar.


“Oooooh yeeeeah” tubuh ibu muda itu meliuk-liuk bagai penari jalang,

“Aaaggggh… Ouuuuuph… paaaak… kontolnya sampai mentoooook, enak paaaak”.

Tubuh Dewi Persik berkilau indah bermandikan keringat birahi ketika berada diatas tubuh kekar yang dikangkanginya. Dewi Persik dengan bersemangat memacu kuda jantannya untuk mencapai puncak kenikmatan yang hendak diraihnya, ayunan vaginanya yang naik turun semakin liar membenam pada penis berurat pak Togar dan memek Dewi Persik semakin basah oleh lendir pelicin yang mengalir dari liang vagina.


Dengan kepala mendongak keatas dan biji mata membelalak Dewi Persik terus dan terus memacu diatas tubuh kekar lelaki tua tukang kebunnya. Pak Togar memberikan kesempatan pada ibu muda itu untuk meraih sendiri kenikmatan nafsu birahi, tangan kekar pak Togar tidak tinggal diam, dengan kasar diremasnya pantat bahenol Dewi Persik hingga Dewi Persik mengerang menahan sakit bercampur nikmat, remasan kasar disertai hentakan dari penis yang menusuk keatas kian liar.

Ketika Dewi Persik akan mencapai pada puncak birahinya, lalu disambarnya bibir pak Togar dan Dewi Persik melumat gemas dengan bibir sensualnya sambil terus mengayunkan pantatnya naik turun. Tubuh keduanya melekat jadi satu bersimbah keringat birahi tinggi.


“Ooooouuh, ammmpun.. enaaak”, dan tubuh Dewi Persik berkejat-kejat diatas tubuh pak Togar saat ia mendapatkan orgasmenya yang sempurna.

Dewi Persik memeluk erat tubuh kekar lelaki tua itu hingga kedua payudaranya melekat di dada berotot pak Togar. Dan kini perempuan cantik berdarah ningrat itu ditindih gantian lagi oleh pak Togar dan dengan buasnya pak Togar menyetubuhi ibu muda itu sampai tubuhnya berkelojotan mendapatkan orgasmenya kembali, pak Togar belum merasa puas kalau belum bisa membuat Dewi Persik mengerang histeris saat ia setubuhi, lalu ditengkurapkan tubuh Dewi Persik dengan posisi menungging dan dengan keras dihujamkan penis beruratnya ke dalam vagina yang sempit itu, tubuh Dewi Persik bergetar hebat saat Penis pak Togar amblas masuk ke dalam liang memeknya yang telah becek, sambil meremas payudara indah Dewi Persik pak Togar mengayunkan penisnya maju mundur dengan ganas dan liar, dengan geramnya kulit punggung Dewi Persik yang halus itu digigit oleh pak Togar, rasa sakit bercampur dengan nikmat membuat tubuh Dewi Persik mengejang mengerang histeris.

“Aaammmpuuuuuun pak.. Ooooh terus pak.. entotin saya yang kuat paaaaak”.

Batang penis besar itu seakan merobek liang vagina Dewi Persik dan kedutan penis yang keras itu membuat dinding vaginanya secara elastis ikut berdenyut meremas-remas kontol pak Togar.


“Ouuuuh.. Aggghh..”

Pak Togar dibuat mengerang oleh cengkraman vagina Dewi Persik yang berdenyut-denyut, lelaki tua itu masih tetap mempertahankan ejakulasinya agar jangan meledakan lahar hangat dipertengahan permainan liarnya saat memacu kuda betina yang sedang meringkik nikmat menuju garis finish. Rambut panjang Dewi Persik dibuat bagaikan tali kekang dan hentakan penis pak Togar terkadang cepat terkadang perlahan. Saat ayunan penis pak Togar dibuat perlahan dan lembut Dewi Persik mengerang, mengejang dan meracau.


“Ooooh… enak… enaaaak pak, terus paaaak saya suka dientot sama kontol besaaaaaar paaaaak”

Dan pantat Dewi Persik bergoyang erotis mengikuti irama ayunan hujaman penis pak Togar, tubuhnya menggeletar dan rasa sakit rambutnya yang dijambak oleh pak Togar bercampur dengan rasa nikmat. Wajah Dewi Persik menengadah ke langit-langit kamar dengan kedua matanya terpejam, menikmati gesekan penis pak Togar bagaikan gelombang disamudera.


“Ayooo bu goyang terus!…. Ayo sayangku yang binal goyang terus, teruuuus,”

Dan buah pantat Dewi Persik dipukuli oleh telapak tangan kasar pak Togar, rasa sakit bercampur nikmat itu membuat gairah Dewi Persik semakin menggebu bagai orang kesurupan Dewi Persik menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama tusukan penis pak Togar. Tangan kekar pak Togar tak pernah diam dan dengan gemas diremasnya kedua payudara Dewi Persik dengan kasar serta ayunan penisnya semakin liar dan cepat, dengan nafas memburu pak Togar menghujamkan penis besarnya keluar masuk. Dewi Persik mengerang histeris bagai orang gila, tubuh Dewi Persik ikut berguncang-guncang akibat hentakan penis pak Togar yang menyetubuhinya dari arah belakang.

“Aaaaaapuuuuuun pak… Oooooh…”.


Dewi Persik melolong panjang dengan tubuh berkelojotan, sambil mendekap dan meremas payudara Dewi Persik. Lalu pak Togar membisikan sesuatu pada ibu muda itu.

“Ibu suka ya kalau saya entotin?. Ayoo bilang bu.”

“Yaaaa paak… teruuuus… enaaak pak”.

“Nah… artinya ibu sudah jadi isteri yang jalang yang suka kontol. Ayoo jawab… manisku.” Karena didera oleh rasa akan mencapai puncak kenikmatan, Dewi Persik menjawab sambil merengek.


“Oooooh pak… terus pak… setubuhi saya sesukamu. Aaaaah Ouuuuhggg… saya suka dientot sama bapak”.

Tiba-tiba dengan kuat dan kasar pak Togar menghujamkan penis besarnya kembali hingga membuat Dewi Persik menjerit histeris.

“Ouuuuggh… Ampuuuuuuun saya sampai paaaak… enaaaaak pak… teruuuuus pak entot yang kuat”.
 
Last edited:
Likes: bram